Pada zaman sekarang ini, Tidak hanya kaum pria saja yang gemar merokok, namun di kalangan wanita juga cukup banyak yang gemar menghisap rokok. Entah karena alasan apa , dengan berkembangnya zaman seperti ini, merokok bagi wanita bukan lagi menjadi hal tabu di kalangan masyarakat. Mereka tidak menyadari dampak yang di timbulkan dari bahaya merokok tersebut.

Wanita perokok aktif sangat beresiko terjangkit kanker serviks, dikarenakan sebatang rokok yang dikonsumsi mengandung Nicotin dan Tar. Sebab, kandungan tar rokok bisa menimbulkan sel kanker dan selanjutnya terjangkit kanker serviks. kanker serviks atau kanker mulut rahim, merupakan momok bagi kaum wanita.
Selain merokok, sebutnya wanita juga bisa terjangkit kanker serviks dari aktivitas seksual diusia dini atau 18 tahun kebawah, sering berganti pasangan seksual, sering menderita infeksi daerah seksual, selanjutnya ibu yang melahirkan banyak anak, dan kurang bersihnya alat kelamin kewanitaan.

Bagi wanita yang merokok efeknya dua kali lebih besar mengalami kanker serviks, karena nicotin dan tar memicu timbulnya sel kanker yang mengendap di vagina
Gejala kanker serviks pada stadium pertama tak ada gejala apapun, ketika stadium meningkat diketahui adanya pendarahan abnormal atau diluar waktu menstruasi, pendarahan seusai senggama, sesudah menopause, keputihan tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati dengan obat keputihan, bau busuk seperti menanah, warna semu merah karena bercampur darah, menyeri pada panggul dan kaki serta susah buang air kecil. Ancaman itulah yang harus dihindari sejak dini.

Kanker serviks pada daerah kewanitaan bisa diketahui dengan cara diperiksa ke dokter atau ke rumah sakit dengan sistem pap smear
Untuk jumlah perokok yaitu Prevalensi jumlah perokok perempuan pada tahun 2001 adalah 1,3 persen dan naik menjadi 4,5 persen pada tahun 2004, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 dalam Fakta Tembakau Indonesia. Tahun ini diperkirakan 5 persen perempuan di Indonesia yang merokok.