Baru-baru ini, di Indonesia sering kali terjadi tawuran. Umumnya tawuran terjadi pada para pelajar sekolah SMA. Bahkan Sekarang pun pelajar SMP mulai sering ikut tawuran. Mungkin bagi sebagian pelajar, tawuran merupankan sudah menjadi “trend” di kalangan pelajar. Namun jika di biarkan terus menerus, dapat menurunkan citra nilai pendidikan di Indonesia.

Penyebab tawuran

tawuran itu sendiri sering kali dilakukan dengan alasan kesetiakawanan antar teman. Meskipun sebenarnya mungkin mereka tidak ingin melakukannya, namun lantaran adanya tekanan dan ancaman, terjadilah tawuran.

Selain karena tekanan lingkungan sekitar, faktor emosi pada diri yang membuktikan bahwa keadaan emosi dari masa remaja disebut labil.
Tawuran itu sendiri, bagi remaja juga dianggap sebuah pembuktian akan nilai kesetiakawanan ataupun pembuktian nilai harga diri mereka. Emosi mereka meledak dan tidak terkontrol oleh otak yang berlevel tinggi tadi

Alternatif Solusi mengurangi tawuran

1. Diserahkan pada manjemen berbasis sekolah
Manajemen berbasis sekolah lebih mampu menyelesaikan problem tawuran ketimbang unsur dari luar. Kami tidak berpangku tangan melihat kasus ini. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan petugas keamanan terus digelar agar aksi brutal pelajar tidak terjadi lagi

2. Pengembangan bakat dan minat pelajar.
Setiap sekolah perlu mengkaji salah satu metode ini, sebagai acuan sekolah dalam mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri dan tentunya orangtua pun menyetujuinya. Penelusuran bakat dan minat bisa mengarahkan potensi dan bakat mereka yang terpendam.

3. Pemberlakuan hukuman secara adil.
Ada satu opsi atau tawaran solusi untuk mengurangi tawuran pelajar atau bahkan meniadakan tawuran lagi, yaitu dengan pemberlakuan hukuman secara adil. Mustahil, dengan alasan HAM misalnya, pendidikan tanpa hukuman. Siapapun yang bersalah, entah ia adalah anak kepala sekolah, maka ia harus dihukum maksimum sesuai dengan peraturan tertulis yang diberlakukan. Tentu saja hukuman ini bertingkat-tingkat, bergantung pada jenis kesalahannya. Yang ringan tentu dihukum ringan yang sifatnya mendidik. Misal, murid yang telat lima menit masuk ke kelas, dihukum dengan berdiri lima belas menit menghafalkan pelajaran tertentu atau menulis artikel, atau menyanyi, dll. Kalau terlambat berturut-turut tiga kali, misalnya, dapat dihukum dengan yang lebih berat lagi, termasuk hukuman fisik berupa lari, push-up, ngosek WC, dan lain-lain

Refrensi:
http://lifestyle.okezone.com/read/2012/09/27/196/696056/tekanan-lingkungan-emosi-labil-penyebab-tawuran-terjadi

http://www.tempo.co/read/news/2012/09/27/064432172/Cara-Mengatasi-Tawuran-Sekolah-Versi-Fauzi-Bowo

http://defuture41.blogspot.com/2012/10/solusi-jitu-mengatasi-tawuran-pelajar.html

http://www.airlimbahku.com/2012/09/opsi-solusi-tawuran-pelajar.html