Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin kharakter, kharassein, dan kharax, yang maknanya “tools for marking”, “to engrave”, dan “pointed stake”. Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.

Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga `berbentuk’ unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain.

Dalam tulisan bertajuk “Urgensi Pendidikan Karakter” di laman resmi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Suyanto, Ph. D menjelaskan bahwa “karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat”.

2. Langkah Praktis Membangun Karakter Terdiri Dari :

  1. Memberi ruang kepercayaaan pada diri bahwa karakter yang tidak baik bisa diubah menjadi karakter yang baik.
  2. Memiliki keinginan yang menyala-nyala untuk mempunyai karakter yang baik.
    Belajar dari hal-hal yang kecil.
  3. Berlatih terus-menerus sampai menjadi kehidupan sehari-hari.

3. Hal Dasar Dalam Membangun Karakter:

1. Selalu berpikir yang positif,baik dan membangun.

2. Selalu melakukan segala sesuatu dengan sungguh sungguh tanpa sungut sungut

3. Tidak membuka cela untuk bicara atau mendengar hal hal yang negatif.

4. Mencari mentor yang tepat

5. Selalu bertanya dan berbagi jika ada persoalan.

Refrensi:

http://www.gerakanpemudaindonesiaberanibermimpi.com/2012/04/membangun-pribadi-berkarakter.html#ixzz2C32SXLFf

http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/01/%E2%80%9Cmanusia-berkarakter%E2%80%9D