Hutan Mangrove Di Indonesia (BI SS 2012)

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Penyebaran jenis-jenis  mangrove di pulau-pulau utama di Indonesia

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial pada tahun 1999, luas mangrove di Indonesia diperkirakan sekitar 9,2 juta  ha yang terdiri atas 3,7 juta ha di dalam kawasan hutan dan 5,5 juta ha di luar kawasan hutan. Selanjutnya dilaporkan bahwa saat ini sekitar 43 % (1,6 juta ha) mangrove di kawasan hutan dan 67 % (3,7 ha) mangrove di luar kawasan hutan sedang mengalami kerusakan akibat eksploitasi yang kurang terkendali, konversi ke bentuk pemanfaatan lain, pencemaran, bencana alam, dan lain-lain.

No Jenis

Island

Java

Bali&LSI*

Sumatra

Kalimantan

Sulawesi

Maluku

Papua

1

Acanthus ilicifolius

+

+

+

+

+

+

+

2

Aegiceras corniculatum

+

+

+

+

+

+

+

3

Aegiceras floridum

+

+

+

+

4

Acrosticum aureum

+

+

+

+

+

+

+

5

Avicennia alba

+

+

+

+

+

+

+

6

Avicennia lanata

+

+

7

Avicennia marina

+

+

+

+

+

+

+

8

Avicennia officinalis

+

+

+

+

+

+

+

9

Bruguiera cylindrica

+

+

+

+

+

+

+

10

Bruguiera gymnorrhiza

+

+

+

+

+

+

+

11

Bruguiera parviTumbuhan

+

+

+

+

+

+

+

12

Bruguiera sexangula

+

+

+

+

+

+

13

Cerbera manghas

+

+

+

+

+

+

+

14

Ceriops decandra

+

+

+

+

+

+

+

15

Ceriops tagal

+

+

+

+

+

+

+

16

Derris trifoliata

+

+

+

+

+

+

+

17

Dolichandrone spathacea

+

+

18

Excoecaria agallocha

+

+

+

+

+

+

+

19

Finlaysonia maritima

+

+

+

+

+

+

+

20

Heritiera littoralis

+

+

+

+

+

+

+

21

Kandelia candel

+

+

22

Lumnitzera littorea

+

+

+

+

+

+

+

23

Lumnitzera racemosa

+

+

+

+

+

+

24

Nypa fruticans

+

+

+

+

+

+

+

25

Osbornea octodonta

+

+

+

+

+

26

Pemphis acidula

+

+

+

27

Phoenix paludosa

+

28

Pluchea indica

+

+

+

+

+

+

+

29

Rhizophora apiculata

+

+

+

+

+

+

+

30

Rhizophora lamarckii

+

+

+

+

31

Rhizophora mucronata

+

+

+

+

+

+

+

32

Rhizophora stylosa

+

+

+

+

+

+

+

33

Scyphiphora hydrophyllacea

+

+

+

+

+

+

+

34

Sonneratia alba

+

+

+

+

+

+

+

35

Sonneratia caseolaris

+

+

+

+

+

+

+

36

Sonneratia ovata

+

+

+

+

+

+

37

Widelia biTumbuhan

+

+

+

+

+

+

+

38

Xylocarpus granatum

+

+

+

+

+

+

+

39

Xylocarpus moluccensis

+

+

+

+

+

+

+

40

Xylocarpus rumphii

+

+

+

+

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dan kelautan. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, tsunami, penyerap limbah, pencegah interusi air laut, hutan mangrove juga mempunyai

fungsi ekonomis yang tinggi seperti sebagai penyedia kayu, obat-obatan, alat dan teknik penangkapan ikan.

Hutan mangrove juga memiliki Fungsi Fisik antara lain adalah

Menjaga agar garis pantai tetap stabil, Melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi, Menahan badai/angin kencang dari laut. Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru. Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar. Mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan penyerap CO2.

Kemudian pemanfaatan lainnya adalah pemanfaatan mangrove sebagai pengendali pencemaran karena mengrove memiliki sifat mengendapkan polutan yang melaluinya. Sebagai contoh adalah penggunaan mangrove untuk mengendapkan limbah tailing di Teluk Bintuni – Papua Selatan yang berasal dari sisa pertambangan emas daerah dulu.

Peran lainnya adalah pemanfaatan mangrove untuk menahan intrusi air laut, fungsi ini sama dengan fungsi hutan yaitu menyimpan air tanah. Kemampuan ini telah terbukti dari lahan yang mangrovenya terjaga dengan baik, kondisi air tanah tidak terintrusi air laut. Sebaliknya, pada lahan mangrove yang telah dikonversi untuk keperluan lain, kondisi air tanah telah mengalami intrusi oleh air laut.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau

http://ghinaghufrona.blogspot.com/2011/08/penyebaran-jenis-jenis-mangrove-di.html

http://kesematpedia.blogspot.com/2011/05/fungsi-dan-manfaat-mangrove.html

http://blog.ub.ac.id/ranitarigan/2012/12/manfaat-mangrove/

http://muherda.blogspot.com/2011/12/peranan-manfaat-dan-fungsi-hutan.html