Orangutan Di Indonesia (BI SS 2012)

Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ada di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kera besar lainnya yaitu gorilla, simpanse dan bonobo hidup di Afrika. Orangutan sendiri dibagi menjadi 2 spesies yaitu Pongo Pygmaeus yang hidup di Kalimantan dan Pongo Abelii yang ada di Sumatra.

Populasi orangutan kian hari kian berkurang, bahkan dalam 20 tahun terakhir populasi orangutan Kalimantan telah berkurang hingga 55%. Orangutan Sumatera masuk dalam kategori sangat terancam punah karena populasinya tinggal 7.500 individu di alam.  Sementara orangutan Kalimantan masuk dalam kategori terancam punah dan tersisa 57.000 individu. Beberapa penyebab berkurangnya populasi orangutan diantaranya adalah praktik perburuan dan pembalakan liar, alihnya fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perubahan iklim, serta kebakaran hutan.

Kita bisa menyimpulkan Bahwa kurangnya kepedulian berdampak sangat besar bagi kelangsungan hidup Orangutan. Perluasan lahan untuk pembangunan kebun kelapa sawit dan tambang batu bara memang sangat disayangkan. jelas saja, mengubah hutan menjadi lahan monokultural dan pertambangan batu bara menyebabkan Orangutan kehilangan tempat tinggal, akibatnya Orangutan akan berpindah ke tempat lain. Perindahan inilah yang dirasa sangat merugikan bagi Orangutan, karena jika Orangutan pindah ke perkampungan, maka Orangutan akan diburu oleh warga karena dianggap sebagai hama, tetapi jika Orangutan pindah ke dalam hutan, maka akan sangat besar kemungkinan terjadi perkelahian antara Orangutan satu dengan yang lain, ujung-ungnya adalah berkurangnya populasi Orangutan.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh lembaga Indonesia dan lembaga internasional pada periode 2006-2008 telah menyimpulkan. hanya beberapa blok hutan alami sebagai habitat satwa itu hanya ada di dua provinsi yakni di Aceh dan Sumatra Utara.

salah satu kawasan hutan yang diidentifikasi sebagai habitat alami ialah Kawasan Ekosistem Batangtoru atau Hutan Tapanuli, dimana estimasi kawasan ini seluas lebih kurang 140 ribu hektare. Salah satu kabupaten yang memiliki satwa ini ialah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Beberapa kantung hutan alami yang terdapat di Indonesia seperti hutan Batangtoru, hutan Cagar Alam Dolok Sibual-Buali, Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya serta beberapa wilayah hutan lindung hutan produksi yang memegang peranan penting dalam upaya penyediaan habitat alami.

Agar keberadaan orangutan tersebut terlindungi, dia mengharapkan peran serta pemerintah daerah terutama dalam mengantisipasi perburuan maupun penebangan hutan yang dilakukan masyarakat.

Pemerintah  harus jeli melihat peluang bahwa tidak setiap kabupaten di Indonesia memiliki wisata alam dan perlindungan orangutan, apalagi orangutan merupakan daya tarik internasional. Artinya, melestarikan satwa itu akan memancing turis penikmat ekowisata dan para peneliti baik nasional maupun asing , sehingga secara langsung dimasa akan datang, daerah itu akan menjadi sorotan destinasi wisata ekowisata dan keunikan alam

Sumber:

http://www.wwf.or.id/cara_anda_membantu/bertindak_sekarang_juga/supporterwwf/about_supporter/sahabat_orangutan/

http://www.ww.web.id/2012/04/orang-utan-indonesia-terancam-punah.html

http://lampost.co/berita/populasi-orangutan-terancam-punah-