Banjir Di Lihat Dari Segi Luas (BI SS 2012)

Kini persoalan banjir sudah menjadi agenda tahunan beberapa kota di Indonesia dan kota lainnya di dunia. Hampir dipastikan setiap musim hujan tiba dalam beberapa tahun terakhir, ruas jalan selalu digenangi air. Bahkan air meluap keperkampungan warga seperti yang terjadi di Ibukota. Sebagian warga dibuat trauma dan shock. Harta benda dan tempat tinggal disapu luapan air. Secara tidak langsung banjir berdampak pula pada kemacetan. Kemacetan akibat genangan air telah menjadi fenomena terkini di beberapa kota besar. Banjir juga berpengaruh pada tingkat produktivitas seseorang dalam mencari nafkah.

Pemerintah seolah-olah kehabisan akal menanggulangi persoalan banjir. Ataukah malah kurang serius mengurusi masalah tahunan ini. Masalah banjir mestinya dapat diminimalisisr setiap tahun sebagaimana keinginan publik. Namun, justru yang terjadi malah sebaliknya. Banjir semakin parah dan bahkan menghawatirkan kelangsungan hidup. Tidak sedikit pula yang terserang penyakit akibat banjir. Tentunya semua orang menghendaki agar banjir dapat diatasi. Mungkin sebagian dari kita yang kurang merasakan dampaknya tidak terlalu was-was. Tetapi bagi mereka yang merasakan dampaknya secara langsung sudah pasti dilema dan galau.

Banjir tidaklah muncul dengan sendirinya tanpa ada sebab. Karena adanya sebab maka banjir yang menjadi akibatnya. Ketika kita sepenuhnya mengatakan banjir disebabkan oleh adanya hujan itu sudah pasti. Cuma ada sebab lain yang mempengaruhi faktor utama sehingga banjir begitu mudah terjadi.

Perlu diingat bahwa Badan Metereologi Geofisika (BMG) sudah memprediksi hujan akan terus mengguyur seluruh wilayah di tanah air hingga awal tahun 2013. Juga kemungkinan terjadi hingga pertengahan 2013. Meskipun dikatakan hujan relatif normal namun sangat berpotensi banjir pada kota metropolitan, misalnya Makassar dan Jakarta. Kekhawatiran tersebut sudah mulai dirasakan secara perlahan-lahan sejak akhir November 2012. Melirik kedua kota ini sebagai contoh kasus seharusnya perlu didiskusikan secara mendalam oleh pemerintah pusat. Banjir akan selalu berkelanjutan dan semakin parah dari tahun ke tahun jika tidak ada kesadaran dini yang tersistematis.

Secara Ringkasnya Dampak Banjir Antara lain:

  • Ilegal Loging (Penebangan hutan liar)
  • Bertumpuknya sampah pada saluran air, sehingga terjadi penyumbatan pada saluran air.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman kembali pada daerah / hutan hutan yang baru di tebangi.
  • Tidak adanya lagi tanah resapan untuk digunakan air sebagai tempat baginya beristirahat dikala hujan turun. tidak ada lagi lahan hijau sebagai tempat resapan air tanah. akibatnya, ketika hujan tiba, tanah menjadi tergerus oleh air dan kemudian air terus meluncur tanpa adanya penghalang alami yang kemudian menyebabkan banjir. dan masih banyak lagi penyebab-penyebab banjir yang lainya.

Selain itu masih ada penyebab lain dari banjir, yang antara lain adalah sebagai berikut:

Dampak Pembangunan

Pembangunan kota besar di Indonesia dapat diacungi jempol. Beberapa kota besar sudah masuk sebagai kota dunia masa depan. Sayangnya, pembangunan kota yang meningkat tidak dibarengi dengan pelestarian lingkungan sekitar. Ada semacam indikasi mengabaikan dampak pembangunan. Ketika kita amati beberapa kota di Indonesia, khususnya daerah dataran rendah. Dapat dipastikan bahwa pembangunan kota berbanding lurus dengan potensi banjir.

Jika daerah resapan air tiap tahun berkurang maka potensi banjir di musim basah pasti meningkat. Logika sederhananya, air hujan mudah terserap jika tanah terbuka sangat luas. Sebaliknya, air akan mudah tergenang jika beton bangunan sudah melapisisi permukaan tanah. Kemungkinan solusi alternatifnya ialah membuat selokan, kanal, bendungan atau memperluas dan memperdalam Daerah Aliran Sungai (DAS). Faktanya hal ini kurang diperhatikan dalam pembangunan tata kota. DAS/kanal sebagai kunci penentu antisipasi luapan air tidak terkontrol dengan baik. Akhirnya DAS/kanal tidak mampu menampung air yang ada karena semakin dangkal.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah kiranya perlu mengamati segala dampak pembangunan yang berisiko banjir. Setiap tahapan pembangunan wajib melakukan analisis mengenai dampak lingkungan. Kemudian mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan kelompok. Biasanya dampak pembangunan kurang diperhatikan apabila keuntungan materi secara pragmatis dari pembangunan cukup menjanjikan.

Disamping itu, idealnya setiap pembangunan kota harus memperhatikan ruang terbuka hijau (RTH). Pihak yang paling bertanggungjawab menentukan RTH adalah pemerintah. Pengalokasian RTH ini diandalkan oleh pakar tata ruang kota sebagai pembangunan berawawasan lingkungan.

Evolusi Lingkungan

Sampai saat ini isu lingkungan hangat diberitakan di dunia internasional. Isu lingkungan sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim dan pemanasan global. Keterkaitan tersebut terproses pada sebuah evolusi lingkungan yang berjalan secara sistematis.

Pada akhirnya global warming (pemasanan global) telah dan akan mengancam semua negara. Mungkin kita kurang sadar kalau global warming berpotensi besar menimbulkan banjir. Sebenarnya, evolusi ekosistem sangat sederhana jika diamati. Pada intinya, setiap kejadian yang menyangkut lingkungan hidup memiliki keterkaitan dengan hal lainnya yang juga disebabkan oleh lingkungan hidup. Adanya global warming membuat perubahan iklim sulit diperkirakan. Fenomena La nino dan El nino terus berubah secara fluaktuatif mengiringi tinggi rendahnya suhu udara di laut dan udara.

Global warming dapat menyebabkan cuaca ekstrim yang tidak menentu. Dengan sendirinya dapat menyebabkan curang hujan yang tinggi. Tentunya curah hujan yang tinggi di Indonesia sudah pasti menimbulkan banjir pada kota yang rawan banjir.

Kunci yang paling efektif menanggulangi masalah banjir adalah kepedulian lingkungan. Semakin peduli dengan lingkungan hidup sama halnya peduli terhadap masalah banjir untuk jangka panjang. Karena banjir merupakan kelalaian bersama maka sudah saatnya memperbaiki kelalaian yang dilakukan selama ini. Aksi konkritnya berada pada diri setiap manusia yang sadar akan pembangunan berkelanjutan. Kesadaran tersebut akan membantu kelangsungan hidup generasi berikutnya. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakuan perlu berwawasan lingkungan.

Pembangunan yang peduli terhadap masa depan sudah mendesak untuk disegerakan. Lebih lanjut, pembangunan berawawasan lingkungan anti banjir merupakan harapan masa depan. Setidaknya apa yang dirasakan sekarang terkait masalah banjir. Itu adalah siklus sederhana dari akumulasi kelalaian demi kelalaian yang rutin dilakukan. Jika kita tidak ingin berputar pada kondisi yang sama maka mari galakkan gerakan cinta lingkungan sejak dini.

Sumber:

http://green.kompasiana.com/iklim/2013/01/11/banjir-efek-kelalaian-manusia-518462.html

http://www.g-excess.com/499/pengetahuan-penyebab-banjir/