Amankah Kendaraan Mikrolet Di Jakarta

Di kota Jakarta, banyak sekali transportasi yang telah di sediakan. Salah satunya adalah mikrolet. Mikrolet merupakan sarana transportasi yang paling banyak di jumpai di kota Jakarta. Namun Sudah amankah Kendaraan Mikrolet di Jakarta?

Belum begitu lama terdapat kasus  pengamen bajak angkot. Muhammad Irawan (23) dan Mukti Ginanjar (20), ditangkap Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Timur, setelah terbukti melakukan penodongan didalam angkutan  Mikrolet M 06A Kp.melayu-Gandaria. Dalam peristiwa ini Empat orang menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Penumpang yang diketahui bernama Haerudin memilih loncat lewat dari jendela melihat kondisi sudah terdesak dan dia harus menyelamatkan diri.Haerudin tewas dengan meloncat melewati jendela, kepala korban langsung terbentur trotoar

Mulayadi mengatakan, bahwa modus kedua pelaku dalam menjalankan aksinya ialah berpura-pura melakukan orasi seperti pengamen dan mengatakan bahwa dirinya baru saja keluar dari dalam penjara.

Saat melakukan orasi tersebut, kedua pelaku dalam kondisi mabuk dan memaksa korban untuk menyerahkan uang serta handphone di bawah ancaman pisau lipat dan juga pisau dapur. Mereka menyampaikan bahwa mereka baru keluar penjara dan meminta bantuan untuk mencari sesuap nasi jelasnya.

Berikut ini ada 5 modus kejahatan yang terjadi di angkot, dari yang berkaitan dengan perampokan hingga perbuatan asusila, diantaranya:

1. Percobaan Pemerkosaan Tengah Malam

2. Sopir Pamer Alat Vital

3. Dibajak Pengamen

4. Penodong Berorasi

5. Berputar-Putar di Luar Rute

Maraknya kasus kriminal di mikrolet, Gubernur Jakarta hendak membuat solusi antara lain:

1. Manajemen Satu Atap

Jokowi ingin manajemen yang mengelola setiap angkutan umum di Jakarta satu atap. Dengan begitu, akan lebih mudah mengelolanya.

2. Razia Sopir Tembak

Jokowi memerintahkan Dishub DKI Jakarta rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) menertibkan sopir tembak.

Menurut beliau, diperlukan cara untuk mengubah budaya sopir tembak. Dengan razia diharapkan sopir tembak dapat ditertibkan dan memberikan rasa aman bagi penumpang angkutan umum. Sanksinya langsung ditilang, masuk kandang. Kemudian ada stimulan agar pemilik mau berganti bus yang baru. Entah pola hibah atau ngumpul di sebuah koperasi

3. Sebar Satpol PP di Titik Rawan

Jokowi mengaku sudah menginstruksikan Satpol PP untuk menjaga di titik rawan kejahatan.

4. Tambah Bus, Hapus Pelecehan

Solusinya tambah bus, kalau bisa ditambah. Tidak akan berdesak-desakan. Kalau gitu ya nggak akan terjadi pelecehan. Itu saja sudah Menurut dia, kasus pelecehan seksual di dalam bus sebaiknya diproses sesuai hukum apabila diperlukan.

Sumber:

http://forum.kompas.com/nasional/236809-5-kasus-kriminalitas-yang-terjadi-di-angkot.html

http://beritahukum.com/detail_berita.php?judul=Waspadai+5+Modus+Kejahatan+di+Angkot+yang+Sudah+Ditangkap+dan+Ditangani+Polda+Metro+Jaya&subjudul=Jakarta#.URwUoIayOSo

http://news.detik.com/read/2013/02/11/103322/2166382/10/1/4-solusi-jokowi-perangi-kriminalitas-di-angkutan-umum#bigpic