Ketidakpastian BBM Bersubsidi

 

Keputusan pemerintah soal nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sepertinya belum akan jelas, setelah sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan informasi opsi BBM bersubsidi hari ini. Satu hal yang harusnya difahami dan diyakini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah; setiap keputusan terkait kepentingan negara tidak selamanya akan diterima dengan baik oleh rakyat. Karenanya, sebaik apapun konsep yang digagas, akan sangat mungkin menimbulkan efek bagi khalayak luas.

 

Demikian maka, hal yang harus dipertimbangkan adalah, sejauh mana kebijakan atau ketetapan atau kebutusan itu memberi kemaslahatan bagi Negara dalam waktu ke depannya. Seringkali, orang mengharapkan berjalan paralelnya antara keinginan rakyat dengan kepentingan Negara. Akan tetapi kadangkala, hal itu tidak mungkin sejalan beriring terus. Adakalanya, kepentingan Negara berbenturan dengan keinginan rakyat.

 

Pada kondisi ini maka hal yang harus dikedepankan adalah kepentingan Negara dan buka kepentingan orang perorang, kendati itu mengatasnamakan rakyat. Sebaik apapun keputusan yang ditetapkan, lazimnya ada orang yang diuntungkan dan ada pula orang yang tidak diuntungkan. Kondisi ini jelas kurang memberi manfaat bagi rakyat. Bahayanya, bila Presiden SBY selalu bimbang, maka masyarakat pun akhirnya mengalami ketidakpastian. Situasi ketidakpastian, kadang sangat mudah dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang ingin menciptakan instabilitas. Ini yang lebih berbahaya.

Namun Presiden berpendapat bahwa Pemerintah ingin tidak ada ketidakpastian yang terlalu lama. Oleh karena itu, begitu DPR dan pemerintah bersepakat atas dibuatnya APBN ini, termasuk anggaran yang tersedia untuk kompensasi, maka pengurangan subsidi BBM akan diberlakukan. Presiden mengatakan  saat ini pemerintah tengah menggodok dan berusaha merampungkan draf RAPBN-P 2013. Di dalamnya termasuk komponen pengurangan defisit, pengurangan subsidi BBM, hingga besaran kompensasi.

 

Untuk mengurangi defisit anggaran, pemerintah tidak saja mengambil langkah kebijakan pengurangan subsidi BBM, tetapi juga pengurangan belanja kementerian dan lembaga. Beliau mengatakan bahwa Pemerintah meminta semua lembaga pemerintahan melakukan hal yang sama untuk menjaga fiskal tetap sehat. Itulah harapannya selaku Presiden.

 

 

Sumber:

http://rri.co.id/index.php/editorial/115/Ketidakpastian-Nasib-Harga-BBM-Bersubsidi#.UaPcJVfHmSo

http://www.bisnis.com/bbm-subsidi-pemerintah-tak-ingin-ada-ketidakpastian-terlalu-lama