Kenaikan Harga BBM

Mulai Sabtu (22/6/2013), harga baru bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang lebih mahal berlaku. Setelah empat tahun lebih menikmati premium dan solar seharga Rp 4.500 per liter, pemilik kendaraan bermotor mesti merogoh kocek lebih dalam untuk membeli seliter bensin.

Harga premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter dan solar naik Rp 1.000 jadi Rp 5.500 per liter. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini hampir sama dengan tahun 2008 lalu, tepatnya 24 Mei, pemerintah mengerek harga premium menjadi Rp 6.000 seliter dan solar menjadi Rp 5.500. Itu ketiga kalinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM selama masa pemerintahannya.

Berikut ini dampak kenaikan harga BBM bersubsidi:

Peningkatan kemiskinan

Kenaikan BBM sudah pasti akan di ikuti melambungnya harga bahan kebutuhan pokok, akibatnya daya beli masyarakat berkurang, awalnya rakyat miskin hanya mampu makan sehari satu kali kini mereka jadi makan satu kali untuk tiga hari sebab mereka sudah tidak mampu lagi membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya semakin mahal.

Sayangnya bagi kita masyarakat luas khususnya kalangan awam, kenaikan harga BBM tidak dapat menarik kesimpulan relatif dari kedua pendapat tersebut. Namun, di tingkat mikro kita dapat merasakan dari pola sebelumnya. Kenaikan harga BBM terakhir terjadi 2008. Oleh karena itu, secara sederhana  dapat menghitung dampaknya bagi keluarga  berdasarkan data yang sudah terjadi.

Naikknya  Inflasi

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan memuncak pada bulan Juli ini, lantaran dampak pada inflasi Juni ternyata belum penuh.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui tingkat inflasi Juni sudah mulai tinggi. Pada Juli nanti, Chatib meyakini inflasi akan lebih tinggi.  Namun, inflasi akan mulai mengalami penurunan pada Agustus dan September. Dengan demikian target inflasi dalam APBN-P 2013 bisa tercapai.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan BKF telah memprediksi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi tidak terlihat pada Juni 2013. Meskipun demikian, inflasi masih tetap tinggi sampai Agustus 2013.

Selain dampak langsung kenaikan harga BBM, terdapat juga faktor musiman. Target masih yakin terjaga sampai akhir tahun.

Sumber:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/26/1704500/Efek.Menyakitkan.Naiknya.harga.BBM.Bersubsidi

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/13/07/01/mp92k0-dampak-kenaikan-harga-bbm-baru-terasa-juli-2013

http://politik.kompasiana.com/2013/06/18/cerita-tragis-anggota-dpr-terlibat-pembunuhan-massal-569844.html